Derap ribuan langkah kaki menggema di seluruh penjuru rimba. Sekelompok bayangan hitam menerabas kabut fajar. Dalam remang cahaya, siluet sosok perkasa di ujung barisan tampak gagah di atas seekor kuda. Perlahan surya menyapa. Mengungkap tiap lekuk sosok pemimpin. Bentuk dagu yang tegas. Kumis tipis bertahta di atas bibir. Hidung besar dan mancung. Sorot mata gelap nan tajam berpayung alis hitam. Kulit sawo matang membungkus otot lengan. Tampak kilauan hiasan emas yang melingkari gelungan rambutnya. Dialah sang pangeran sekaligus panglima perang Kerajaan Pengging. Putra kedua Prabu Damar Maya. Raden Bandung Bondowoso. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Baka sekaligus mengakhiri hidup sang raja, Raden Bandung diperintah ayahandanya untuk menduduki istana serta menangani semua urusan kerajaan. Termasuk keluarga keraton. Mendengar kedatangan pawai pasukan musuh, penghuni keraton Baka panik. "Den Ayu, rombongan musuh sudah memasuki ibu kota kerajaan...
Pengunjung Galeri Nio 🌻 "Seri Info Nganjukku" yang keempat akan mengajak Pengunjung untuk berwisata keliling Nganjuk. Mulai dari yang alami ciptaan Tuhan sampai yang buatan manusia untuk mengenang jasa sesamanya. Jangan terkecoh dengan mengira saya sudah mengunjungi tempat-tempat wisata yang akan dibahas. Dari sekian banyak tempat wisata di Nganjuk, saya hanya sudah menyambangi Air Merambat Roro Kuning saja (hiks 😢 ... sedihnya). Foto-foto cantik dan menawan yang terpajang adalah hasil jepretan wisatawan lain. Jadi setelah menulis daftar ini, saya harap bisa menikmati dan mengaguminya secara langsung. 4. Tujuh Belas Tempat Wisata Populer Nganjuk 1. Air Terjun Roro Kuning Di obyek wisata Air Terjun Roro Kuning, Pengunjung akan dimanjakan dengan panorama air terjun yang sangat indah. Airnya mengalir melalui bebatuan yang nampak berkilauan di bawah sinar matahari. Karena banyaknya pepohonan di sekitar, udara di sana juga sangat sejuk. Di wilayah objek wisa...
Pengunjung Galeri Nio 🌻 'Tak kenal maka tak sayang.' Siapa yang tidak tahu ungkapan tersebut. Entah siapa dan sejak kapan ungkapan itu ada. Nyatanya, kesesuaian maknanya tidak lekang oleh perubahan zaman.
Comments
Post a Comment